Title: Forgotten Things
Author: Ai
Author: Ai
Fandom: the GazettE, include OFC
Genre: Friendship
Rating: G
Genre: Friendship
Rating: G
Disclaimer: They're belong to themself.
A/N: Fic ini dibuat untuk ultah Kai dan diikutsertakan dalam lomba, namun kalah. (^^;;)
***
‘kriing.. kriiing.. kriiing’
Alarm
berbunyi memecah kesunyian pagi. Kai segera mencari sumber bunyi yang
mengganggu mimpi indahnya. Matanya menyipit melihat angka di jam beker
kesayangannya. Pukul tujuh tepat. Dimatikannya alarm yang masih
berbunyi, kemudian kembali tidur.
‘Masih satu jam lagi…’ pikirnya sebelum kembali memasuki alam mimpi.
Tidak berapa lama kemudian, Kai terlonjak dari tempat tidurnya. Dia baru menyadari satu hal.
“Hari ini kan jadwal pengambilan gambar!!!” Kai berseru pada dirinya dan beranjak ke kamar mandi.
***
‘Hampir sampai…’ gumam Kai sambil menyetir dengan kecepatan penuh dan kemudian…
“Ah! Aku lupa mengunci pintu apartemen!!!”
***
“Terlambat
lagi, Kai-san?” Tanya sutradara Miura kepada Kai. Sepertinya dia tidak
bosan menanyakan hal itu. Bahkan dia sudah lupa berapa kali mengajukan
pertanyaan yang sama kepada si pemilik lesung pipi yang saat ini hanya
bisa meringis dan mengatur nafas.
“Anoo..
hh.. Gomennasai. Hontou ni gomennasai..” jawab Kai sambil membungkuk di
hadapan sutradara. Sang sutradara hanya menatapnya sambil berkacak
pinggang.
“Baiklah,
baiklah.. Ya sudah, sana bergabung dengan yang lain. Dan cepat
bersiap-siap!” perintah sutradara Miura yang segera dijawab dengan
anggukan dan senyum lebar khas sang drummer the GazettE itu.
“Cepat!!!”
“Ba.. baik!”
Kai
segera menuju ke ruang make-up dan bergabung dengan anggota the GazettE
lainnya. Sementara anggota lainnya tertawa terbahak-bahak melihat
leader mereka dimarahi sutradara.
“Terlambat
lagi, Kai-san?” ucap Reita meniru perkataan sutradara. Yang
bersangkutan hanya tersenyum kecut yang membuat Reita semakin ingin
mengerjainya.
“Kau jahat sekali padaku, Rei-chan…” balas Kai dengan wajah cemberut.
“Oy, oy! Jangan memanggilku seperti itu. Menjijikkan!”
Kai
yang mendengarnya tertawa melihat reaksi pria ber-noseband itu. Sementara Reita
bersungut-sungut, Ruki, Aoi, dan Uruha tertawa melihat tingkah mereka
berdua.
“Bagaimana kau bisa terlambat, Leader-sama?” Tanya Ruki di sela tawanya.
“Aku berani bertaruh kalau dia lupa jadwal dan bangun kesiangan” Aoi ikut menimpali.
“Aku hanya lupa jadwal, kok…” sahut Kai yang mulai bersiap-siap untuk pengambilan gambar.
“Eh? Lalu bagaimana kau bisa setelat ini???” sambung Uruha.
“Anoo..
Jarak dari apartemenku kesini kan lumayan jauh, karena baru ingat hal
itu, aku jadi panik dan terburu-buru. Sampai lupa mengunci pintu
apartemen..” jawab Kai di sela-sela persiapannya.
“Dan
kau kembali lagi ke apartemenmu untuk mengunci pintunya?” Tanya mereka
bersamaan sementara yang ditanya hanya tersenyum lebar mendengarnya.
“Ya
begitulah. Dan aku baru menyadari hal itu saat hampir sampai kemari.”
Ujar Kai sambil beranjak ke tempat sutradara Miura yang sudah
memanggilnya.
“Bakayarou!!!”
***
“Sepertinya
memang ada masalah dengan kepalanya,” ucap Reita kepada anggota yang
lain dan dijawab dengan anggukan saat Kai tengah melakukan pengambilan
gambar.
“Biar begitu dia leader kita, loh..” tukas Ruki.
“Berat
mengakuinya, tapi dia benar-benar seorang leader yang dapat diandalkan.
Walau aku masih heran dengan sifat pelupanya itu. Semakin parah rupanya,”
sambung Aoi yang disambut dengan tawa Ruki dan Reita.
“Tapi
berkat itu, sepertinya hari ini rencana kita akan berhasil,” sahut
Uruha yang baru saja menyelesaikan pengambilan gambarnya. Mendengar hal
itu, mereka tersenyum penuh arti sambil memandang sang leader yang
dimarahi sutradara.
***
“Terima
kasih banyak atas kerja kerasnya,” ucap Kai kepada semua staff. Para
staff juga ikut mengucapkan hal yang sama. Walaupun dimarahi
berkali-kali oleh sutradara Miura, Kai tersenyum puas dengan hasil yang
dicapainya.Tapi ada sesuatu yang mengganjal dan membuatnya penasaran.
‘Sepertinya
ada sesuatu yang aneh… Kenapa mereka menatapku dengan tatapan
orang-ini-melupakan-sesuatu begitu? Jangan-jangan memang ada hal penting
lain yang aku lupa? Tapi apa? Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya!’
gerutu Kai dalam hati.
Bunyi e-mail masuk membuyarkan pikirannya. Dibukanya e-mail yang ternyata dari Ruki.
Kai-kun, kau dimana? Kami sudah selesai dari tadi. Sekarang kami ada di lantai bawah. Segera kemari.
Kai
segera membalasnya dan bergegas menuju lantai bawah, karena ruangan itu
juga ternyata sudah sepi. Tak lupa dia merapikan dan membawa
barang-barangnya. Namun sebelum dia keluar dari ruangan, listrik padam.
Kai terkejut dan mulai panik.
‘Apa-apaan
ini? Kenapa listrik padam disaat seperti ini?’ batin Kai. Dia mulai
meraba dinding mencari pintu keluar dan mencoba membiasakan diri dalam
kegelapan. Matanya menyipit saat melihat seberkas cahaya dari sisi lain
ruangan dan terbelalak saat mengetahui bahwa cahaya itu berasal dari
lilin-lilin diatas kue ulang tahun yang dibawa oleh teman-temannya. Senyum tersungging di bibirnya.
‘Ternyata
ini yang aku lupakan,’ ucapnya dalam hati ketika dia baru menyadari
tanggal hari ini. Tak lama kemudian listrik kembali menyala dan
dilihatnya anggota the GazettE sudah berkumpul dihadapannya.
“Happy
birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, dear Kai,
happy birthday to you~” semua anggota the GazettE menyanyikan lagu
dengan karakter vokal masing-masing sehingga terdengar seperti koor yang
aneh namun sukses membuat Kai tertawa mendengarnya.
“Otanjoubi omedetou, leader-sama!” ucap Ruki kepada Kai sambil membawa kue ulang tahunnya.
“Otanjoubi omedetou, Kai-kun…” sahut Reita, Uruha dan Aoi bersamaan.
“Semoga
kau menjadi lebih dewasa, berhasil meraih apa yang kau cita-citakan,
dan tetaplah menjadi yang terbaik bagi the GazettE,” doa pertama
diucapkan Ruki untuk Kai.
“Semoga kau mendapatkan yang terbaik untuk apapun yang kau inginkan. Jangan bosan jadi leader kami..” ucap Aoi tulus.
“Semoga kau diberi kesehatan dan kebahagiaan, Kai-kun…” sambung Uruha.
“Semoga kau panjang umur, semakin pandai memasak dan main drum, serta tidak pelupa lagi,” sahut reita yang diamini anggota lain.
“Terima kasih banyak. Kalian benar-benar…” Kai menghentikan kata-katanya karena tak mampu menahan rasa harunya.
“Aku bahkan lupa kalau ini hari ulang tahunku,” ucar Kai sambil tertawa.
“Kami sudah tahu akan hal itu,” sahut Reita. Mereka hanya tertawa mendengarnya.
“Nah,
sekarang ucapkan permohonan dan tiup lilinnya,” seru Aoi yang kemudian
memegangi kue ulang tahun dan menyodorkannya kepada Kai.
‘Kali ini aku harus membalasnya,’ gumam Aoi sambil tersenyum licik pada Kai.
“Baiklah,” ucap Kai sambil memejamkan mata dan tersenyum lebar.
‘Kabulkanlah
doa mereka, semoga the GazettE selalu sukses dan aku bisa tetap
bersama-sama dengan mereka,’ doa Kai dalam hati kemudian dia membuka
mata.
“Ayo
tiup lilinnya! 3, 2, 1…” sebelum Aoi sempat balas dendam dengan meniup
lilin ulang tahun Kai, Kai sudah lebih dulu meniupnya.
“Maaf
ya, tapi aku selalu mendapatkan lilin ulang tahunku,” ucapnya pada Aoi
yang terlihat kesal karena tak berhasil balas dendam. Kai yang
melihatnya tertawa dan makin keras tawanya saat Aoi memukul kepalanya.
Ruki, Reita, dan Uruha ikut tertawa melihat hal itu.
“Ah, maaf hanya ini yang bisa kami berikan. Oya, hadiah dariku menyusul saja ya!” ucap Reita sambil menyalami Kai.
“Aku
sih sudah ada, hanya saja tidak kubawa karena khawatir ada yang iri dan
ingin juga,” sahut Uruha dan langsung melirik Reita. Reita tersenyum
kecut sementara yang lain tertawa melihatnya.
“Tidak
apa-apa. Aku sudah sangat senang kalian masih ingat hari ulang tahunku.
Kejutan ini benar-benar yang terbaik! Terima kasih banyak,” Kai
membungkuk kepada semua teman-temannya. Dia benar-benar merasa bahagia
bisa mempunyai teman seperti mereka.
“Tapi
masih ada kejutan yang ingin kami berikan untukmu…” ucap Ruki Kai
mengangkat alisnya, penasaran dengan kejutan apalagi yang mereka
siapkan. Ruki tersenyum lebar.
“Rupanya
kau tidak berubah, Yukkun…” terdengar suara seorang wanita dari
belakang Kai. Kai segera berbalik mencari tahu si pemilik suara yang
sangat dikenalnya itu. Betapa terkejutnya Kai melihat wanita yang sangat
dicintainya mendekati dan tersenyum manis kepadanya.
“Ibu?”
-終-
Note:
This my first fanfic that I wrote. It's been a while since last time I read it. And I could admit that my writing skill is suck. (笑)
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, fic ini dibuat untuk ultah Kai, drummer the GazettE. Awalnya di-post di multiply, tapi berhubung multiply udah ga ada, saya alihkan kesini.
FYI, Kai itu memang pelupa. Dia sering banget kelupaan barang-barangnya.Dia sendiri yang bilang loh, ya.. Check this video out.
Terus dendam yang dimaksud Aoi diatas itu, idenya dari video ini..
LOL
Ah~ Leader yang satu ini memang cho-kawaii deh. ❤ฺ(◡ฺ ω◡ฺ〃人)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar