Hilang Harapan
Mendung bergelayut di langit senja
Menutupi indah semburat jingga
Mengusir canda tawa
Mengundang pilu derita
Di tengah kesunyian
Wajahmu kau tengadahkan
Menatap langit
Dengan wajah penuh sakit
Titik hujan berjatuhan
Menerpa wajah yang kau tengadahkan
Seakan ikut menangisi
Derita yang kau alami
Kau terdiam
Tak peduli hujan menyiram
Sambil menatap langit kelam
Kau curahkan apa yang kau pendam
Mengapa
Mengapa semua tiada guna
Seakan menghina
Apa yang selama ini ku sebut usahaRatapmu pilu
Dan ku terdiam membisu
Masih ada harapan...
Ucapku di sela hujan
Apa itu harapan?
Semata hanya angan-angan
Sebuah omong kosong
Hanya mimpi di siang bolong
Dia teriakkan gundahnya
Dia luapkan amarahnya
Yang kini tenggelam
Bersama suara hujan yang berderu deram
Dirinya jatuh bersimpuh
tangisnya pun luruh
Tuhan...
Masihkah ada harapan
Yang tak sekedar angan-angan
Bukan omong kosong
Pun mimpi di siang bolong
Masih bersimpuh
Memanjatkan doa sungguh
Kemudian berteriak tanpa suara
Meratap pilu menyayat jiwa
Diam dalam hujan
Kupandangi dia dari kejauhan
Dia yang hilang harapan
Penuh keputusasaan
~~~
Note:
...
I couldn't recall why I've made this poem at first place. Really.
But, hey, this is not bad.. /proud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar