Kamis, 01 Mei 2014

How Did I End Up Being A Fangirl

Kalau ditanya bagaimana saya berakhir jadi seorang fangirl, mungkin jawaban saya satu: 
Gara-gara diracuni teman.

Jadi, sampai 3 tahun yang lalu, saya ini hanya orang biasa yang biasa aja kalo ngomongin soal idol/bias. Ga juga sih. Saya juga heboh kok kalau udah ngomongin hal yang disuka. ^^;; Tapi heboh yang saya alami(?) dulu jauh berbeda dengan heboh yang sekarang. Dulu mah, heboh cuma sebatas saat saling berbagi info tentang suatu hal, komik misalnya. Atau sedikit excited sama hal yang bersangkutan. Nah kalau heboh yang sekarang, ga lepas dari "kyaa~" saat ada update-an terbaru dari idol/bias. Dan bukan cuma excited, mendadak hectic kalau udah fangirling-an mah..

Kita beralih ke 3 tahun lalu, dimana segalanya bermula. /halah
Suatu ketika, saya bertemu dengan seorang teman. Kebetulan kita punya beberapa kesamaan dalam hal yang disuka. Kita sama-sama suka yang berbau Jepang. Sebut saja teman ini si A. Suatu ketika (lagi), si A ini baru pulang dari event jejepangan. terus dia heboh cerita tentang band cover yang nge-cover-in band VisKei (Visual Kei). Dan katanya, lagu-lagu yang mereka cover itu keren. Pake banget. Begitu dengar ceritanya, saya sih cuma iya-iya aja. Apa pula itu viskei, pikir saya pada waktu itu. Tapi karena si A ini pandai sekali bercerita, saya pun terlarut dan terhasut. Ehehehe bukan deh, memang saya juga gampang ikut-ikutan tertarik sih. Bukan sama band yang nge-cover, tapi sama lagu yang di cover-in itu. Jadilah saya cari tahu lagu yang mereka bawakan itu. Dari apa yang diceritakan dan direkomendasikan si A tentunya. Dan saya langsung jatuh hati pada mereka. Mereka, karena kebetulan band viskei yang dikenalkan si A ini bukan cuma satu. Dua sekaligus.

Yup. the GazettE dan Alice Nine. Dua band visual kei asal Jepang inilah yang membuat saya terjerumus ke dunia per-fangirl-an. Saya sendiri ga tahu kenapa mereka, band yang nge-rock, berpenampilan aneh unik (sekarang sih, penampilan mereka mulai kaya boyband.. /eh), yang jadi pertama. Salahkan mereka! Salahkan mereka! *tunjuk gambar di bawah* 

the GazettE

Alice Nine
Ehehe.. Salah deh. Harusnya saya berterima kasih sama mereka~ (人・㉨・)♡
Awalnya mungkin takut ya, pas lihat mereka. Dengar lagunya juga harus volume rendah. Tapi justru lagunya itulah yang bikin saya suka mereka.. Ok. Tampangnya juga sih. Biar udah om-om gitu (rata-rata mereka umur 30-an sekarang), kalo diliat-liat keren loh~ Menurut saya sih. Sebut saja saya pencinta om-om. Hanya om-om yang di atas tapi ya.. 

Walaupun style-nya aneh unik begitu, lagu mereka isinya ga cuma teriak-teriak ga jelas kok.. Ada makna yang tersirat di dalamnya (ceilah~). Dan maknanya itulah yang berhasil memikat hati saya. (〃ω〃)♪

Iya loh. Sebut saja lagu Pledge, Miseinen, Kare Uta, Chizuru, Kagefumi-nya the GazettE. Juga Fantasy, Shunkashuutou, The beautiful name, Waterfall, 4U, Namida no aru basho-nya Alice Nine.. Liriknya itu ga cuma sekedar nyanyian, tapi berupa pesan dan kata-kata dari mereka

Nah, dari situlah saya mulai mengenal banyak hal. Bisa dibilang menambah ilmu juga.. Yah, karena saya termasuk fans yang 'telat', jadi harus cari tahu lebih tentang band-band yang ternyata udah eksis dari tahun 2000-an. Untung zaman udah canggih, jadi akses buat cari informasinya gampang. Karena kemudahan itu juga, saya jadi teracuni hal-hal yang tidak wajar.. Semacam fanfic dan istilah serta kandungan didalamnya. Ga usah dibahas lah ya, fanfic macam apa yang saya maksud. Aib. 

Awalnya cuma the GazettE sama Alice Nine, kemudian mulai lirik band visual kei yang lain. Terus merambah ke band rock.. Band pop.. Dan terakhir KPop. 

Kalo untuk band, baik rock atau pop, saya prefer ke Jepang. Alasannya? Lagunya bagus. Beberapa ada yang berarti banget buat saya karena arti lagunya itu memotivasi. Contohnya c.h.a.o.s.m.y.t.h-nya One Ok Rock. Atau Namida no ondo-nya SID. Ada juga Sangatsu Kokonoka-nya Remioromen.. Untuk mereka, memang cuma ngikutin lagunya sih.. Beda sama Alice Nine atau the GazettE yang saya stalking-in.. /eh

Dan untuk KPop.. Well.. Mungkin kemakan omongan kali ya. Awalnya memang benar-benar ga tertarik sama korea-korean. Fokus banget sama the GazettE & Alice Nine. Ga benci juga sih sama boyband/girlband korea.. Tapi ya itu. Ga tertarik. Pokoknya selalu bilang "Gw bukan Kpopers. Ga minat ah sama mereka". Kemudian saya harus menelan ludah sendiri karenanya. 

Yah.. Sebenarnya yang bikin saya tertarik sama boyband korea justru bukan ke-korea-annya sih. Justru lagu mereka yang versi Jepang. Karena itulah boyband yang saya suka adalah boyband yang banyak memproduksi(?) lagu versi Jepang. Teuteup~ d(≧∀≦*)

Boyband korea yang saat itu hingga saat ini dan saat yang akan datang yang saya suka itu Tohoshinki a.k.a Dongbangshinki a.ka. TVXQ. Dan SHINee. Kenapa saya suka mereka? 
Karena mereka keren. (`・ω´・+)b

Selain itu mereka juga boyband yang banyak mengeluarkan album/single versi Jepang. Tapi ga terlalu ingat kenapa jadi bisa sesuka ini sama mereka.. Awalnya sih karena di kasih lagu mereka yang versi Jepang. Itu pun pas kelas 10.. Beberapa bulan setelahnya, baru ngeh(?) kalo lagunya bagus. Dan jadi penasaran sama lagu-lagu yang lain. Terus ternyata lagu mereka (TVXQ) juga ada yang jadi soundtrack anime favorit saya.. Dan beginilah. Jadi suka. Mulai deh cari tahu tentang mereka, lagunya, mv-nya, sampai variety show yang ada merekanya pun dicari. Dikasih lihat tepatnya.. Ehehe. 

Dari situ mulai kenal sama boyband dan girlband yang lainnya. Cuma sebatas kenal tapi..

TVXQ

SHINee

Beruntungnya, saya dikelilingi banyak informan(?) yang berkenaan dengan 4 fandom itu. Jadi gampang buat dapat info dan update-an terbaru mereka.. Dan kalau mau tambah fandom, juga bisa. Masyarakat di sekitar saya hetero(?) sih. Jadi yang mereka suka pun beragam. Ditambah sifat saya yang gampang terhasut, kemungkinan fandom bertambah pun besar. (≧∀≦) 

Jujur, jadi fangirl itu sedikit banyak memang mempengaruhi hidup saya sih. Saya berakhir di jurusan sastra Jepang ini pun, sebenarnya untuk menunjang kelangsungan per-fangirl-an saya. Salah satu alasannya, biar bisa menterjemahkan lirik-lirik lagu juga yang berkaitan dengan mereka. Karena saat itu yang saya suka the GazettE dan Alice Nine, jadi saya pilih sastra Jepang. Mungkin kalau saat itu saya udah nge-fans sama TVXQ atau SHINee, saya pilih sastra Korea kali ya.. Hehehe. 

Ya begitulah kira-kira bagaimana saya berakhir jadi fangirl. Suatu sebutan yang tak berarti, namun besar pengaruhnya. Yah.. Ambil positifnya dan hindari negatifnya aja. ヾ(=・ω・=)o 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar